BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Obat
Nootropik atau sering disebut obat pintar, adalah senyawa yang meningkatkan
kemampuan kognitif manusia (fungsi dan kapasitas otak). Sedangkan Neurotropik adalah obat yang
digunakan untuk
otak dengan kata lain hampir sama fungsinya dengan Nootropik.
1.2.Tujuan
a. Member
informasi tentang penyakit yang biasa diobati menggunakan obat dari golongan
nootropik/neurotropik.
b. Obat apa
saja yang termasuk nootropik/neurotropik.
c. Mekanisme
kerja obat golonngan nootropik/neurotropik.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
dan Penggunaan
Adalah obat yang digunakan pada
gangguan (insufisiensi) cerebral seperti mudah lupa, kurang konsentrasi dan
vertigo. Gangguan pada sirkulasi darah di otak seringkali ditemukan pada lansia
diatas usia 60 tahun. Gejalanya dapat berupa kelemahan ingatan jangka pendek
dan konsentrasi, vertigo, kuping berdengung, jari – jari dingin dan depresi.
Usia harapan hidup penduduk dunia
akan semakin panjang sehingga jumlah orang yang menderita gangguan sirkulasi di
otak akan meningkat. Dengan demikian diduga obat – obatan dikelompok ini akan
menjadi semakin penting.
2. Jenis-Jenis
Penyakit
2.1. Vertigo
Vertigo adalah
gejala pusing yang bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari gejala yang ringan
hingga yang cukup berat. Vertigo bisa ditandai dengan rasa pusing seperti
kepala berputar dan penglihatan terbalik. Akibatnya penderita mengalami rasa
pusing yang sangat dan tidak akan mampu bangun karena rasa pusingnya.
Umumnya vertigo yang sering terjadi dalam kehidupan
sehari-hari berkaitan dengan gangguan keseimbangan atau istilah kedokterannya
disebut vertibular. Dalam kasus ini penderita tidak merasa pusing jika ia duduk
atau berdiri. Tetapi perubahan posisi, misalnya seperti tidur terlentang
kemudian miring ke sisi yang terganggu maka di situlah muncul serangan vertigo
tersebut.
Tidak hanya itu, gerakan kepala atau badan
juga mampu merangsang munculnya serangan vertigo, yaitu seperti gerakan ke
belakang dan ke depan. Vertigo ringan biasanya hanya berlangsung beberapa
detik.
a. Gejala
vertigo
Bisa dicetuskan dengan
berbagai hal, seperti gangguan hormonal yang salah satunya ditandai dengan
adanya jerawat, kelelahan, stress, kurang istirahat dan sebagainya.
Ada satu bentuk latihan yang bisa
dicoba dilakukan untuk mengatasi serangan vertigo. Latihan khusus yang disebut
latihan Vestibular ini adalah sebagai berikut :
1. Berdiri
tegak, buka kedua mata kemudian tutup. Lakukan lima kali.
2. Melatih
gerakan kepala memutar. Pertama, tempelkan dagu ke dada, kemudian gerakkan atau
putar kepala ke kiri, terus sampai kepada posisi semula. Kemudian ganti arah,
dengan memulai ke arah kanan. Masing-masing arah lakukan 3 kali.
3. Lakukan juga gerakan menunduk perlahan-lahan,
lalu menengadah, ulangi 3 kali.
4. Latih juga gerakan kepala miring, yaitu
usahakan telinga kiri menempel ke pundak kiri. Tahan hingga 15 detik, kemudian
lakukan gerakan yang sebaliknya. Ulangi masing-masig arah 3 kali.
5. Duduk dengan tulang punggung tetap tegak, mata
terbuka. Lalu berdirilah. Pada saat badan sudah tepat berdiri, tutuplah mata. Ulangi
3 kali.
6. Melatih gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri
(horizontal) dengan mata tetap terbuka. Ulangi masing-masing arah 3 kali. Lalu
sambung dengan menggerakkan bola mata secara vertical, atas dan bawah.
7. Latih otot mata dengan mengikuti arah benda
yang sedang bergerak, lalu fokuskan pandangan mata pada benda yang diam.
Secara
naturopati gangguan vertigo ini bisa dibantu dengan mengkonsumsi atau
menghindari makanan tertentu. Setiap makan, usahakan porsi yang cukup, jangan
terlalu banyak, hindari makanan yang tinggi karbohidrat, makanan-makanan yang
bisa merangsang alergi (misalnya seafood, pedas, asam yang berlebihan), makanan
yang mengandung alkohol, kafein, minyak dan lemak.
Selain itu
gangguan vertigo ini bisa dikurangi dengan mengkonsumsi enzim Bromelain,
Magnesium, Vitamin B12 yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan sistem
syaraf. Jahe dan Ginko juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi ke
dan dalam otak.
Untuk kasus vertigo yang masih ringan, aromaterapi
sangat membantu untuk menstabilkan sistem syaraf, baik secara inhalasi
(dihirup) ataupun pemijatan. Secara homeopati dapat digunakan beberepa
alternatif obat, di antaranya Aconite, Cocculus, Conium, Gelsium yang
bergantung pada tingkat keparahan vertigo dan penyebabnya.
2.2.Parkinson
Penyakit
Parkinson bukan sejenis penyakit menular. Penyakit Parkinson adalah kondisi di
mana daya kontrol otot seseorang itu merosot dengan parahnya sehingga
pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri.
Penyakit Parkinson (juga dikenal sebagai penyakit Parkinson,
parkinson idiopatik, parkinson primer, PD, atau agitans kelumpuhan) merupakan
gangguan degeneratif sistem saraf pusat. Gejala-gejala motorik penyakit
Parkinson diawali dengan tidak berfungsinya dopamin dalam menghasilkan sel-sel
di substansia nigra, sebuah wilayah otak tengah; penyebab dari tidak
berfungsinya sel tidak diketahui. Pada awal penyakit, gejala yang paling jelas
adalah gerakan yang mulai berubah termasuk gemetar, kekakuan, lambatnya gerakan
dan kesulitan berjalan. Gejala lain yakni gejala kognitif dan masalah perilaku
dengan demensia terjadi secara bertahap pada penyakit tingkat lanjut. Gejala
lain termasuk sensorik, tidur dan masalah emosional. PD adalah lebih umum
terjadi pada orang tua, dengan sebagian besar kasus yang terjadi setelah usia
50.
Gejala
Parkinson terjadi secara diam dan kebanyakan penderita tidak menyadari mereka
menghadapi masalah ini. Biasanya, pasangan (suami atau isteri) adalah orang
pertama menyadari gejala ini.
Penyebab
Parkinson yang dikenal sebagai penyakit orang tua masih belum diketahui secara
tepat tetapi dipercaya ada kaitan erat dengan keturunan, dan hampir 10 persen
pasien mewarisinya dari keluarga mereka. Sedangkan 90 persen lagi masih
misteri, meskipun dicurigai parkinson ada kaitan dengan faktor lingkungan,
terutama kandungan racun serangga dan gulma dalam makanan.
2.3.Demensia
Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak
seseorang mengalami kemunduran.
2.3.1. Gejala-Gejala
Demensia
a. Tidak bisa mengingat. Lupa adalah gejala yang paling umum yang menunjukkan
seseorang mengalami demensia. Penderita mungkin tidak bisa mengingat kejadian
yang pernah dialami. Kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan penderita lupa
identitas diri dan apa saja yang baru saja dilakukan.
b. Tidak bisa mengendalikan emosi. Jika bagian otak yang berfungsi
mengendalikan emosi menjadi rusak, penderita dapat menjadi mudah marah, cemas,
takut, dsb.
c. Masalah komunikasi. Kelupaan dan kehilangan kemampuan memahami kata
serta kehilangan koordinasi tubuh dapat menyebabkan penderita demensia menjadi
tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain.
2.4.
Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah suatu keadaan di
mana sejumlah sel-sel saraf di otak mati, yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak
sulit tersalurkan dengan baik. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak
dini. masalah-masalah yang dihadapi oleh orang yang mengalami penyakit
Alzheimer adalah ingatan, penilaian, dan berpikir, yang membuat sulit bagi
penderita penyakit Alzheimer untuk bekerja atau mengambil bagian dalam
kehidupan sehari-hari. sel-sel saraf yang mati terjadi secara bertahap selama
bertahun-tahun. Banyak orang yang tidak memperhatikan gejala penyakit Alzheimer
sejak dini. Kebanyakan anggota keluarga terlambat menyadari adanya gejala
Alzheimer pada anggota ataupun rekan mereka.
2.4.1. Gejala-gejala
penyakit Alzheimer meliputi:
a. Memiliki
gangguan memori dan berpikir, yakni penderita penyakit Alzheimer merasa
kesulitan mengingat informasi baru. Jika dibiarkan secara terus menerus, memori
jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat
mengingat informasi pribadi, misalnya tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau
nama-nama anggota keluarga dekat.
b. Kebingungan.
Penderita penyakit Alzheimer bisa tersesat ketika keluar rumah sendirian dan
kadang tidak dapat mengingat dimana dirinya atau bagaimana dia bisa sampai
ketempat tujuannya.
c. Lupa
meletakkan benda yang telah disimpan, misalnya kacamata, kunci, dompet, dll.
d. Berpikir
Abstrak. Penderita penyakit Alzheimer merasa tugas kantor atau pelajarannya
lebih sulit dikerjakan daripada biasanya.
e. Sulit
mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
f. Kepribadian
dan perilaku penderita penyakit Alzheimer yang terus berubah. Yakni menjadi
mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-kadang, menjadi
bingung, paranoid, atau ketakutan.
g. Tingkah
laku yang buruk, seperti meninggalkan rumah pada malam hari yang dingin tanpa
jaket atau sepatu, atau bisa pergi ke toko memakai baju tidur.
h. Penderita
penyakit Alzheimer tidak mampu untuk mengikuti petunjuk.
i.
Memiliki masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti
tidak dapat mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata
umum.
j.
Memburuknya kemampuan pengelihatan, seperti menilai
bentuk dan ukuran suatu benda.
k. Kehilangan
motivasi atau inisiatif.
l.
Pola tidur yang menurun.
Gejala lain yang ditimbulkan oleh penyakit Alzheimer
seperti depresi, cedera kepala, ketidakseimbangan bahan kimia tertentu atau
vitamin, atau efek dari beberapa obat dapat menghasilkan gejala yang mirip
dengan penyakit Alzheimer.
Banyak Kasus penyakit Alzheimer yang sangat bervariasi
dari para penderita. Proses waktu penyakit Alzheimer bisa pendek berkisar 2-3
tahun atau panjang hingga 20 tahun. Biasanya bagian-bagian otak yang mengontrol
memori dan berpikir yang terganggu terlebih dahulu, tapi seiring berjalannya
waktu, sel-sel tersebut akan mati di bagian lain dari otak. Yang pada akhirnya
akan menyebabkan si penderita kehilangan fungsi otak dan juga kematian.
Hingga saat ini belum ditemukan perawatan,
obat-obatan, atau pil yang bisa mencegah Penyakit Alzheimer, tetapi banyak
orang dapat mengambil beberapa tindakan yang dapat mengurangi risiko Penyakit
Alzheimer . salah satunya :
a. Menurunkan
kolesterol dan tingkat homocysteine, Homocysteine berfungsi untuk menjaga dan
membangun jaringan tubuh kita, namun jika homocysteine didalam tubuh tinggi
akan menyebabkan dinding pembuluh darah terluka
b. Menurunkan
tingkat tekanan darah tinggi
c. Memeriksa
kadar gula dalam darah
d. Berolahraga
secara rutin
e. Terlibat
dalam kegiatan yang merangsang pikiran
f. Melakukan
Diet sehat. diet seimbang dapat membantu memberikan gizi yang seimbang pada
tubuh.
3.
Beberapa
senyawa yang berfungsi sebagai Nootropik dan Neurotonik yaitu :
a.
Pyritinol.
Merupakan antioksidan yang sangat kuat bagi radikal hidroksil yang tak
terpakai. Juga meningkatkan pengambilan oksigen dan gula glukosa di dalam otak,
dan menyalurkan glukosa lebih mudah melewati sawar darah otak. Fungsinya
meningkatkan fungsi umum otak.Pada penyelidikan ditemukan peningkatan aliran
darah sebanyak 12% ke substansia grisea dan 4% ke substansia alba di
daerah-daerah yang mempunyai sirkulasi patologik. Peningkatan aliran darah ini
merupakan akibat sekunder dari peningkatan metabolisme.Dengan pemberian obat
ini, konsumsi glukosa oleh otak dinormalkan kembali. Piritinol juga menurunkan
permeabilitas sawar darah otak terhadap Fosfat, menurunkan kadar GABA dan
GABA-transaminase dan meningkatkan RNA residual dan RNA Ribosomal.Aktivasi umum
yang disebabkan obat ini diperkirakan karena pengaruhnya terhadap membran fosfolipid
eritrosit, di tempat mana terjadi peningkatan pengaturan molekul-molekul pada
lapisan ganda fosfolipid.
b.
Ekstrak
akar Ginkgo biloba. Meningkatkan aliran darah secara keseluruhan termasuk otak,
efek nootropiknya masih dalam perdebatan.
c.
Piracetam
adalah obat yang mengatur fungsi serebral yang diklaim dapat meningkatkan
kognitif pada otak yang menurun dengan bertambahnya usia.
Obat
ini adalah suatu derivat siklik gamma amino-butyric acid(GABA), tetapi tidak
mempunyai sifat-sifat GABA.
4. Obat Yang
Termasuk Nootropik/Neurotropik :
a.
Sulbutiamine
adalah prekursor dari Thiamin (Vitamin B1). Senyawa ini digunakan untuk
pengobatan Astenia. Lebih lanjut, dengan kemampuannya untuk mengurangi
kelelahan di pertimbangkan digunakan oleh atlit. Pada penelitian terbukti dapat
meningkatkan memori dari tikus dan pasien Skizoprenia sehingga disarankan
sebagai Nootropik
b.
Mecobalamin
merupakan bentuk vitamin B12 dengan gugus metil aktif yang berperan dalam
reaksi transmetilasi dan merupakan bentuk paling aktif dibandingkan dengan
homolog vitamin B12 lainnya dalam tubuh, dalam hal kaitannya dengan metabolisme
asam nukleat, protein dan lemak.
c.
Mecobalamin/methylcobalamin
meningkatkan metabolisme asam nukleat, protein dan lemak. Mecobalamin bekerja
sebagai koenzim dalam sintesa metionin. Mecobalamin terlibat dalam sintesis
timidin pada deoksiuridin dan mempercepat sintesis DNA dan RNA. Pada penelitian
lain ditemukan mecobalamin mempercepat sintesis Lesitin, suatu komponen utama
dari selubung mielin.Mecobalamin diperlukan untuk kerja normal sel saraf.
Bersama Asam Folat dan Vitamin B6, Mecobalamin bekerja menurunkan kadar
Homosistein dalam darah. Homosistein adalah suatu senyawa dalam darah yang
diperkirakan berperan dalam penyakit jantung.
d.
Nimodipine
adalah suatu penghambat saluran kalsium golongan Dihydropyridin yang awalnya
dikembangkan untuk pengobatan tekanan darah tinggi. Sekarang ini sudah jarang
digunakan sebagai obat tekanan darah tinggi , tetapi menunjukkan hasil yang
baik pada pencegahan komplikasi mayor dari subarachnoid hemorrhage (salah satu
bentuk Cerebral Hemorrhage) yang dinamakan Vasospasm; yang merupakan fungsi
utama dari Nimodipin sekarang ini.
5.
Mekanisme
Kerja Obat:
Aktivasi metabolik peredaran darah otak
meningkatkan kecepatan metabolik serebral oksigen dan glukosa regional
menormalkan aliran darah ke daerah iskemik, bukan dengan suatu aktivitas
langsung tetapi sekunder menurunkan rasio laktat/piruvat.
Obat ini
disebut suatu Nootropik yang berarti :
a.
Tidak
mempunyai vasoaktivitas yang langsung, yakni tidak menyebabkan vasodilatasi
atau vasokonstriksi, tidak mempengaruhi aliran darah serebral total (total CBF)
b.
Dan
tidak menyebabkan suatu steal phenomenon.
c.
Tidak
menyebabkan perubahan pada aktivitas dasar EEG. Obat ini tidak mengubah ritme
dasar EEG, tetapi menurunkan jumlah gelombang-gelombang delta.
d.
Melewati
sawar darah otak (blood brain barrier) dalam keadaan normal maupun patologik
e.
Mempunyai
efek samping yang minimal tidak mempengaruhi sistem kardiovaskuler maupun
pernapasan.
6. Daftar
Obat Yang Sering Digunakan :
|
NO
|
NAMA GENERIK
|
NAMA DAGANG
|
BENTUK SEDIAAN
|
PABRIK
|
|
1
|
Pyritinol HCl
|
Enchepabol
|
dragee : 100 / 200mg
larutan 100ml;
ampul 20mg
|
Merck
|
|
2
|
Piracetam
|
Nootropil
|
Caps.400/800/1200mg; sirup 10%,
ampul 1g/5m
|
UCB Pharma
|
|
3
|
Mecobalamin
|
Methycobal
|
Kaps 250 lg, 500 lg ,
Ampul 500 lg
|
Eisai
|
7. Bentuk
sediaan :
|
GOLONGAN
|
SEDIAAN
|
|
Piracetam
|
![]() ![]() |
|
Pyritinol HCl
|
![]() |
|
Mecobalamin
|
![]() |
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dari makalah ini adalah obat golongan
nootropik adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan daya ingat seseorang,
karena daya ingat adalah salah satu yang paling penting yang kita butuhkan
untuk menjalani sebuah kehidupan.
Dan saran kami untuk siapa saja yang mengalami
kesulitan pada daya ingat, anda boleh menggunakan obat ini, akan tetapi
alangkah lebih baiknya jika kita mengasah daya ingat kita dengan belajar,
karena sesungguhnya kesehatan seseorang adalah sugesti yang terdapat pada diri
kita masing-masing.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar