Rabu, 19 Maret 2014



BAB I
 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Obat Nootropik atau sering disebut obat pintar, adalah senyawa yang meningkatkan kemampuan kognitif manusia (fungsi dan kapasitas otak). Sedangkan Neurotropik adalah obat yang digunakan untuk otak dengan kata lain hampir sama fungsinya dengan Nootropik.
1.2.Tujuan
a.       Member informasi tentang penyakit yang biasa diobati menggunakan obat dari golongan nootropik/neurotropik.
b.      Obat apa saja yang termasuk nootropik/neurotropik.
c.       Mekanisme kerja obat golonngan nootropik/neurotropik.











BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian dan Penggunaan
          Adalah obat yang digunakan pada gangguan (insufisiensi) cerebral seperti mudah lupa, kurang konsentrasi dan vertigo. Gangguan pada sirkulasi darah di otak seringkali ditemukan pada lansia diatas usia 60 tahun. Gejalanya dapat berupa kelemahan ingatan jangka pendek dan konsentrasi, vertigo, kuping berdengung, jari – jari dingin dan depresi.
          Usia harapan hidup penduduk dunia akan semakin panjang sehingga jumlah orang yang menderita gangguan sirkulasi di otak akan meningkat. Dengan demikian diduga obat – obatan dikelompok ini akan menjadi semakin penting.
2.      Jenis-Jenis Penyakit
2.1. Vertigo
 Vertigo adalah gejala pusing yang bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari gejala yang ringan hingga yang cukup berat. Vertigo bisa ditandai dengan rasa pusing seperti kepala berputar dan penglihatan terbalik. Akibatnya penderita mengalami rasa pusing yang sangat dan tidak akan mampu bangun karena rasa pusingnya.
Umumnya vertigo yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan gangguan keseimbangan atau istilah kedokterannya disebut vertibular. Dalam kasus ini penderita tidak merasa pusing jika ia duduk atau berdiri. Tetapi perubahan posisi, misalnya seperti tidur terlentang kemudian miring ke sisi yang terganggu maka di situlah muncul serangan vertigo tersebut.
                Tidak hanya itu, gerakan kepala atau badan juga mampu merangsang munculnya serangan vertigo, yaitu seperti gerakan ke belakang dan ke depan. Vertigo ringan biasanya hanya berlangsung beberapa detik.
a.       Gejala vertigo
Bisa dicetuskan dengan berbagai hal, seperti gangguan hormonal yang salah satunya ditandai dengan adanya jerawat, kelelahan, stress, kurang istirahat dan sebagainya.
                        Ada satu bentuk latihan yang bisa dicoba dilakukan untuk mengatasi serangan vertigo. Latihan khusus yang disebut latihan Vestibular ini adalah sebagai berikut :
1.      Berdiri tegak, buka kedua mata kemudian tutup. Lakukan lima kali.
2.      Melatih gerakan kepala memutar. Pertama, tempelkan dagu ke dada, kemudian gerakkan atau putar kepala ke kiri, terus sampai kepada posisi semula. Kemudian ganti arah, dengan memulai ke arah kanan. Masing-masing arah lakukan 3 kali.
3.       Lakukan juga gerakan menunduk perlahan-lahan, lalu menengadah, ulangi 3 kali.
4.       Latih juga gerakan kepala miring, yaitu usahakan telinga kiri menempel ke pundak kiri. Tahan hingga 15 detik, kemudian lakukan gerakan yang sebaliknya. Ulangi masing-masig arah 3 kali.
5.       Duduk dengan tulang punggung tetap tegak, mata terbuka. Lalu berdirilah. Pada saat badan sudah tepat berdiri, tutuplah mata. Ulangi 3 kali.
6.       Melatih gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri (horizontal) dengan mata tetap terbuka. Ulangi masing-masing arah 3 kali. Lalu sambung dengan menggerakkan bola mata secara vertical, atas dan bawah.
7.       Latih otot mata dengan mengikuti arah benda yang sedang bergerak, lalu fokuskan pandangan mata pada benda yang diam.
 Secara naturopati gangguan vertigo ini bisa dibantu dengan mengkonsumsi atau menghindari makanan tertentu. Setiap makan, usahakan porsi yang cukup, jangan terlalu banyak, hindari makanan yang tinggi karbohidrat, makanan-makanan yang bisa merangsang alergi (misalnya seafood, pedas, asam yang berlebihan), makanan yang mengandung alkohol, kafein, minyak dan lemak.
 Selain itu gangguan vertigo ini bisa dikurangi dengan mengkonsumsi enzim Bromelain, Magnesium, Vitamin B12 yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan sistem syaraf. Jahe dan Ginko juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi ke dan dalam otak.
Untuk kasus vertigo yang masih ringan, aromaterapi sangat membantu untuk menstabilkan sistem syaraf, baik secara inhalasi (dihirup) ataupun pemijatan. Secara homeopati dapat digunakan beberepa alternatif obat, di antaranya Aconite, Cocculus, Conium, Gelsium yang bergantung pada tingkat keparahan vertigo dan penyebabnya.
2.2.Parkinson
 Penyakit Parkinson bukan sejenis penyakit menular. Penyakit Parkinson adalah kondisi di mana daya kontrol otot seseorang itu merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri.
Penyakit Parkinson (juga dikenal sebagai penyakit Parkinson, parkinson idiopatik, parkinson primer, PD, atau agitans kelumpuhan) merupakan gangguan degeneratif sistem saraf pusat. Gejala-gejala motorik penyakit Parkinson diawali dengan tidak berfungsinya dopamin dalam menghasilkan sel-sel di substansia nigra, sebuah wilayah otak tengah; penyebab dari tidak berfungsinya sel tidak diketahui. Pada awal penyakit, gejala yang paling jelas adalah gerakan yang mulai berubah termasuk gemetar, kekakuan, lambatnya gerakan dan kesulitan berjalan. Gejala lain yakni gejala kognitif dan masalah perilaku dengan demensia terjadi secara bertahap pada penyakit tingkat lanjut. Gejala lain termasuk sensorik, tidur dan masalah emosional. PD adalah lebih umum terjadi pada orang tua, dengan sebagian besar kasus yang terjadi setelah usia 50.
 Gejala Parkinson terjadi secara diam dan kebanyakan penderita tidak menyadari mereka menghadapi masalah ini. Biasanya, pasangan (suami atau isteri) adalah orang pertama menyadari gejala ini.
 Penyebab Parkinson yang dikenal sebagai penyakit orang tua masih belum diketahui secara tepat tetapi dipercaya ada kaitan erat dengan keturunan, dan hampir 10 persen pasien mewarisinya dari keluarga mereka. Sedangkan 90 persen lagi masih misteri, meskipun dicurigai parkinson ada kaitan dengan faktor lingkungan, terutama kandungan racun serangga dan gulma dalam makanan.
2.3.Demensia
Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.
2.3.1. Gejala-Gejala Demensia
a. Tidak bisa mengingat. Lupa adalah gejala yang paling umum yang menunjukkan seseorang mengalami demensia. Penderita mungkin tidak bisa mengingat kejadian yang pernah dialami. Kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan penderita lupa identitas diri dan apa saja yang baru saja dilakukan.
b. Tidak bisa mengendalikan emosi. Jika bagian otak yang berfungsi mengendalikan emosi menjadi rusak, penderita dapat menjadi mudah marah, cemas, takut, dsb.
c. Masalah komunikasi. Kelupaan dan kehilangan kemampuan memahami kata serta kehilangan koordinasi tubuh dapat menyebabkan penderita demensia menjadi tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain.

2.4.         Alzheimer
       Penyakit Alzheimer adalah suatu keadaan di mana sejumlah sel-sel saraf di otak mati, yang mengakibatkan sinyal-sinyal otak sulit tersalurkan dengan baik. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak dini. masalah-masalah yang dihadapi oleh orang yang mengalami penyakit Alzheimer adalah ingatan, penilaian, dan berpikir, yang membuat sulit bagi penderita penyakit Alzheimer untuk bekerja atau mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. sel-sel saraf yang mati terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Banyak orang yang tidak memperhatikan gejala penyakit Alzheimer sejak dini. Kebanyakan anggota keluarga terlambat menyadari adanya gejala Alzheimer pada anggota ataupun rekan mereka.
2.4.1.      Gejala-gejala penyakit Alzheimer meliputi:
a.       Memiliki gangguan memori dan berpikir, yakni penderita penyakit Alzheimer merasa kesulitan mengingat informasi baru. Jika dibiarkan secara terus menerus, memori jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat mengingat informasi pribadi, misalnya tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau nama-nama anggota keluarga dekat.
b.      Kebingungan. Penderita penyakit Alzheimer bisa tersesat ketika keluar rumah sendirian dan kadang tidak dapat mengingat dimana dirinya atau bagaimana dia bisa sampai ketempat tujuannya.
c.       Lupa meletakkan benda yang telah disimpan, misalnya kacamata, kunci, dompet, dll.
d.      Berpikir Abstrak. Penderita penyakit Alzheimer merasa tugas kantor atau pelajarannya lebih sulit dikerjakan daripada biasanya.
e.       Sulit mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
f.       Kepribadian dan perilaku penderita penyakit Alzheimer yang terus berubah. Yakni menjadi mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-kadang, menjadi bingung, paranoid, atau ketakutan.
g.       Tingkah laku yang buruk, seperti meninggalkan rumah pada malam hari yang dingin tanpa jaket atau sepatu, atau bisa pergi ke toko memakai baju tidur.
h.      Penderita penyakit Alzheimer tidak mampu untuk mengikuti petunjuk.
i.        Memiliki masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti tidak dapat mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata umum.
j.        Memburuknya kemampuan pengelihatan, seperti menilai bentuk dan ukuran suatu benda.
k.      Kehilangan motivasi atau inisiatif.
l.        Pola tidur yang menurun.
Gejala lain yang ditimbulkan oleh penyakit Alzheimer seperti depresi, cedera kepala, ketidakseimbangan bahan kimia tertentu atau vitamin, atau efek dari beberapa obat dapat menghasilkan gejala yang mirip dengan penyakit Alzheimer.
Banyak Kasus penyakit Alzheimer yang sangat bervariasi dari para penderita. Proses waktu penyakit Alzheimer bisa pendek berkisar 2-3 tahun atau panjang hingga 20 tahun. Biasanya bagian-bagian otak yang mengontrol memori dan berpikir yang terganggu terlebih dahulu, tapi seiring berjalannya waktu, sel-sel tersebut akan mati di bagian lain dari otak. Yang pada akhirnya akan menyebabkan si penderita kehilangan fungsi otak dan juga kematian.
Hingga saat ini belum ditemukan perawatan, obat-obatan, atau pil yang bisa mencegah Penyakit Alzheimer, tetapi banyak orang dapat mengambil beberapa tindakan yang dapat mengurangi risiko Penyakit Alzheimer . salah satunya :
a.       Menurunkan kolesterol dan tingkat homocysteine, Homocysteine berfungsi untuk menjaga dan membangun jaringan tubuh kita, namun jika homocysteine didalam tubuh tinggi akan menyebabkan dinding pembuluh darah terluka
b.      Menurunkan tingkat tekanan darah tinggi
c.       Memeriksa kadar gula dalam darah
d.      Berolahraga secara rutin
e.       Terlibat dalam kegiatan yang merangsang pikiran
f.       Melakukan Diet sehat. diet seimbang dapat membantu memberikan gizi yang seimbang pada tubuh.
3.      Beberapa senyawa yang berfungsi sebagai Nootropik dan Neurotonik yaitu :
a.       Pyritinol. Merupakan antioksidan yang sangat kuat bagi radikal hidroksil yang tak terpakai. Juga meningkatkan pengambilan oksigen dan gula glukosa di dalam otak, dan menyalurkan glukosa lebih mudah melewati sawar darah otak. Fungsinya meningkatkan fungsi umum otak.Pada penyelidikan ditemukan peningkatan aliran darah sebanyak 12% ke substansia grisea dan 4% ke substansia alba di daerah-daerah yang mempunyai sirkulasi patologik. Peningkatan aliran darah ini merupakan akibat sekunder dari peningkatan metabolisme.Dengan pemberian obat ini, konsumsi glukosa oleh otak dinormalkan kembali. Piritinol juga menurunkan permeabilitas sawar darah otak terhadap Fosfat, menurunkan kadar GABA dan GABA-transaminase dan meningkatkan RNA residual dan RNA Ribosomal.Aktivasi umum yang disebabkan obat ini diperkirakan karena pengaruhnya terhadap membran fosfolipid eritrosit, di tempat mana terjadi peningkatan pengaturan molekul-molekul pada lapisan ganda fosfolipid.
b.      Ekstrak akar Ginkgo biloba. Meningkatkan aliran darah secara keseluruhan termasuk otak, efek nootropiknya masih dalam perdebatan.
c.       Piracetam adalah obat yang mengatur fungsi serebral yang diklaim dapat meningkatkan kognitif pada otak yang menurun dengan bertambahnya usia.
Obat ini adalah suatu derivat siklik gamma amino-butyric acid(GABA), tetapi tidak mempunyai sifat-sifat GABA.
4.      Obat Yang Termasuk Nootropik/Neurotropik :
a.       Sulbutiamine adalah prekursor dari Thiamin (Vitamin B1). Senyawa ini digunakan untuk pengobatan Astenia. Lebih lanjut, dengan kemampuannya untuk mengurangi kelelahan di pertimbangkan digunakan oleh atlit. Pada penelitian terbukti dapat meningkatkan memori dari tikus dan pasien Skizoprenia sehingga disarankan sebagai Nootropik
b.      Mecobalamin merupakan bentuk vitamin B12 dengan gugus metil aktif yang berperan dalam reaksi transmetilasi dan merupakan bentuk paling aktif dibandingkan dengan homolog vitamin B12 lainnya dalam tubuh, dalam hal kaitannya dengan metabolisme asam nukleat, protein dan lemak.
c.       Mecobalamin/methylcobalamin meningkatkan metabolisme asam nukleat, protein dan lemak. Mecobalamin bekerja sebagai koenzim dalam sintesa metionin. Mecobalamin terlibat dalam sintesis timidin pada deoksiuridin dan mempercepat sintesis DNA dan RNA. Pada penelitian lain ditemukan mecobalamin mempercepat sintesis Lesitin, suatu komponen utama dari selubung mielin.Mecobalamin diperlukan untuk kerja normal sel saraf. Bersama Asam Folat dan Vitamin B6, Mecobalamin bekerja menurunkan kadar Homosistein dalam darah. Homosistein adalah suatu senyawa dalam darah yang diperkirakan berperan dalam penyakit jantung.
d.      Nimodipine adalah suatu penghambat saluran kalsium golongan Dihydropyridin yang awalnya dikembangkan untuk pengobatan tekanan darah tinggi. Sekarang ini sudah jarang digunakan sebagai obat tekanan darah tinggi , tetapi menunjukkan hasil yang baik pada pencegahan komplikasi mayor dari subarachnoid hemorrhage (salah satu bentuk Cerebral Hemorrhage) yang dinamakan Vasospasm; yang merupakan fungsi utama dari Nimodipin sekarang ini.
5.      Mekanisme Kerja Obat:
 Aktivasi metabolik peredaran darah otak meningkatkan kecepatan metabolik serebral oksigen dan glukosa regional menormalkan aliran darah ke daerah iskemik, bukan dengan suatu aktivitas langsung tetapi sekunder menurunkan rasio laktat/piruvat.
Obat ini disebut suatu Nootropik yang berarti :
a.       Tidak mempunyai vasoaktivitas yang langsung, yakni tidak menyebabkan vasodilatasi atau vasokonstriksi, tidak mempengaruhi aliran darah serebral total (total CBF)
b.      Dan tidak menyebabkan suatu steal phenomenon.
c.       Tidak menyebabkan perubahan pada aktivitas dasar EEG. Obat ini tidak mengubah ritme dasar EEG, tetapi menurunkan jumlah gelombang-gelombang delta.
d.      Melewati sawar darah otak (blood brain barrier) dalam keadaan normal maupun patologik
e.       Mempunyai efek samping yang minimal tidak mempengaruhi sistem kardiovaskuler maupun pernapasan.







6.      Daftar Obat Yang Sering Digunakan :
NO
NAMA GENERIK
NAMA DAGANG
BENTUK SEDIAAN
PABRIK
1
Pyritinol HCl
Enchepabol
dragee : 100 / 200mg   
larutan  100ml; 
ampul 20mg

Merck

2
Piracetam
Nootropil
Caps.400/800/1200mg; sirup 10%, 
ampul  1g/5m
UCB Pharma
3
Mecobalamin
Methycobal
Kaps 250 lg, 500 lg ,
Ampul 500 lg
Eisai

7.      Bentuk sediaan :
GOLONGAN
SEDIAAN
Piracetam

 

Pyritinol HCl

 

Mecobalamin

  


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah obat golongan nootropik adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan daya ingat seseorang, karena daya ingat adalah salah satu yang paling penting yang kita butuhkan untuk menjalani sebuah kehidupan.
Dan saran kami untuk siapa saja yang mengalami kesulitan pada daya ingat, anda boleh menggunakan obat ini, akan tetapi alangkah lebih baiknya jika kita mengasah daya ingat kita dengan belajar, karena sesungguhnya kesehatan seseorang adalah sugesti yang terdapat pada diri kita masing-masing.